Oleh: Didik Gelar Permana
Berikut beberapa adab ketika keluar rumah yang hendaknya kita biasakan:
Pertama, salat dua rakaat sebelum dan setelah keluar rumah. Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَخْرَجَ السُّوءِ وَإِذا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعَانِكَ مَدْخَلَ السُّوءِ
“Jika engkau keluar rumah maka salatlah dua rakaat yang menghindarkanmu dari keburukan, dan jika kamu masuk rumah salatlah dua rakaat menghindarkanmu dari keburukan.” (HR. Al-Bazzar dan dihasankan Syekh Al-Albani dalam Sahih Al-Jami’)
Kedua, berzikir kepada Allah dengan zikir yang disyariatkan.
Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam jika keluar dari rumah biasa berdoa dengan mengucapkan,
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، اللُّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ، أَوْ نَضِلَّ، أَوْ نَظْلِمَ أَوْ نُظْلَمَ، أَوْ يُجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا
“Dengan nama Allah aku bertawakal kepada-Nya. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari terpeleset atau tersesat, berlaku zalim atau dizalimi, bersikap bodoh atau dibodohi.” (HR. At-Tirmizi no. 3427 dan disahihkan Al-Albani dalam Sahih Al-Jami’)
Dalam hadis lain, Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika seseorang keluar rumah dengan membaca doa
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
‘Dengan nama Allah aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dangan izin Allah.’ Beliau bersabda, “Maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan dan mendapat penjagaan’, hingga setan-setan menjauh darinya. (HR. Abu Dawud no. 5090 dan sanadnya dinilai baik oleh Syekh Al-Albani dalam Sahih Abi Dawud)
Ketiga, mengangkat pandangan ke arah langit ketika mengucapkan doa yang pertama, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Ummu Salamah, “Tidaklah Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumahku, kecuali akan mengankat pandangannya ke langit.” Kemudian Beliau berdoa dengan doa yang telah disebutkan di atas. (HR. Abu Dawud no. 5094 dan sanadnya dinilai baik oleh Syekh Al-Albani dalam Sahih Abi Dawud)
Disarikan dari Kitab Mausu’ah al-Adab al-Islamiyah karya Syekh Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada



