Umum

Ada Apa dengan Qailulah?

Rudi Hartono, S.Pd., M.Si.

ORDER

Ada Apa dengan Qailulah?
Rudi Hartono, S.Pd., M.Si.

Tidur siang atau qailulah merupakan sunah Rasulullah ﷺ yang memiliki banyak manfaat, baik dari sisi kesehatan fisik maupun spiritual. Rasulullah ﷺ bersabda, “Lakukanlah qailulah karena setan tidak melakukannya (HR. At-Tabrani).” Tidur siang sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan tubuh, memperbaiki stamina, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Dari sudut pandang ilmu kedokteran modern, banyak hasil penelitian yang membuktikan berbagai manfaat tidur siang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa tidur siang selama 20-30 menit dapat meningkatkan kewaspadaan dan kinerja otak, terutama dalam hal konsentrasi dan memori. Tidur siang yang singkat ini dapat membantu tubuh mereset ulang energi, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan daya tahan terhadap stres. Saat seseorang tidur siang, sejumlah perubahan biokimia terjadi di dalam tubuh yang membantu pemulihan dan peningkatan kinerja fisik dan mental.

1. Penurunan Kadar Kortisol

Kortisol adalah hormon yang sering disebut sebagai hormon stres. Ketika tubuh terpapar stres atau mengalami kurang tidur, kadar kortisol akan meningkat, yang pada gilirannya dapat berdampak buruk pada kesehatan, seperti peningkatan tekanan darah, penurunan sistem kekebalan tubuh, serta terganggunya fungsi otak. Tidur siang membantu menurunkan kadar kortisol, memberikan kesempatan bagi tubuh untuk istirahat dari tekanan eksternal. Dengan kadar kortisol yang terkendali, tubuh menjadi lebih relaks dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik.

2. Peningkatan Produksi Melatonin dan Serotonin

Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak dan berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Selama tidur siang, produksi melatonin meningkat, membantu tubuh lebih mudah beristirahat dan mempersiapkan tubuh untuk tidur lebih nyenyak di malam hari. Tidur siang juga meningkatkan produksi serotonin, merupakan neurotransmitter yang berperan dalam mengatur suasana hati. Oleh karena itu, seseorang yang tidur siang akan merasa lebih segar, lebih bahagia, dan lebih produktif setelah bangun.

3. Perbaikan Sel-Sel Tubuh

Saat tidur siang, tubuh memasuki fase pemulihan di mana berbagai jaringan dan sel-sel tubuh diperbaiki. Hal ini termasuk perbaikan otot-otot yang lelah, pemulihan dari stres oksidatif, serta regenerasi sel-sel otak. Dalam proses ini, tubuh memanfaatkan protein-protein yang ada untuk memperbaiki kerusakan jaringan. Proses ini didukung oleh hormon pertumbuhan (growth hormone), yang lebih aktif diproduksi selama tidur. Hormon ini memiliki peran penting dalam memperbaiki otot, tulang, serta mempercepat proses penyembuhan luka.

4. Pengaturan Gula Darah dan Insulin

Tidur siang juga berpengaruh pada pengaturan gula darah. Saat tubuh beristirahat, sensitivitas insulin meningkat, yang berarti tubuh menjadi lebih efisien dalam mengatur kadar gula darah. Hal ini sangat penting terutama bagi mereka yang rentan terhadap resistensi insulin atau memiliki risiko diabetes tipe 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang secara singkat dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik dengan cara mengatur kembali metabolisme glukosa dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.

5. Penurunan Peradangan

Tidur siang juga bisa berperan dalam mengurangi peradangan di dalam tubuh. Selama tidur, tubuh menghasilkan lebih banyak sitokin anti-inflamasi, yaitu protein yang membantu meredakan peradangan. Ini penting dalam mencegah berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan arthritis. Tidur siang yang teratur juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membuat seseorang lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit.

Durasi Ideal Tidur Siang

Menurut para ahli, durasi ideal untuk tidur siang adalah sekitar 20 hingga 30 menit. Tidur lebih dari itu, misalnya selama 60 hingga 90 menit, dapat menyebabkan seseorang memasuki fase tidur yang lebih dalam (fase REM), sehingga saat terbangun justru merasa pusing atau lesu. Tidur siang secara singkat lebih efektif dalam meningkatkan kewaspadaan, sedangkan tidur yang lebih lama bisa menyebabkan sleep inertia, yaitu kondisi saat tubuh belum sepenuhnya siap bangun dan beraktivitas.

Kesimpulan

Qailulah atau tidur siang, yang merupakan sunah Rasulullah ﷺ ternyata memiliki landasan ilmiah yang sangat kuat dan dapat dibuktikan dari berbagai penelitian. Proses-proses yang terjadi selama tidur siang, seperti penurunan kadar kortisol, peningkatan serotonin dan melatonin, serta pemulihan sel-sel tubuh memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental.

Tidur siang yang singkat mampu meningkatkan kinerja otak, mengurangi stres, memperbaiki mood, serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Dengan memahami bagaimana manfaat tidur siang secara ilmiah, kita dapat lebih mudah menerapkan qailulah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mengikuti sunah Rasulullah ﷺ dengan lebih baik.

Daftar Pustaka

Faraut, Brice, dkk. (2015). Napping Reverses the Effects of Acute Sleep Restriction on Hormonal and Genomic Responses in Healthy Men.” The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 100(3), 416-426.

Mantua, Jessica, dkk.(2020). The Benefits of Napping for Cognitive Aging. Current Opinion in Behavioral Sciences, 33, 104-109.

Mednick, Sara C., dkk. (2002). The Restorative Impact of Naps on Perceptual Deterioration. Nature Neuroscience, 5(7), 677-681.

Milstein and Donn, L. (2019). Melatonin, Sleep, and Health. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 88(9), 4313-4316.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button